Melambai

“…Kata mbak Pi, calon suamimu itu melambai, kayak perempuan, kalem gitu lho..” komentar tetangga

Aku merasa geli

Komentar tetangga yang tak jarang bernada iri

Ironisnya kadang itu juga muncul dari saudari sendiri

Bagiku, komentar itu hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri

Memang, tidak dapat dipungkiri jika aku sedikit sakit hati, yang lebih karena kenapa jika laki-laki bersikap kalem, ataupun sebaliknya, ada yang salah?

Dalam pandanganku, yang terpenting dalam sebuah relasi bagaimana sebuah kesalingan dapat tercipta

Saling menghargai, saling mendukung, saling menyayangi dan kesalingan lain yang menguatkan

Bicara tentang relasi, pembagian tugas atau pun melakukan tugas (khususnya pekerjaan rumah) secara bersama juga tidak kalah penting

Pasangan yang menghargai, tidak akan segan berkata terima kasih pada setiap gerak dalam bebersih

Bicara tentang relasi, kesiapan dalam memiliki anak juga tidak kalah penting. Pasangan yang menghargai akan mengerti saat kapan, ataupun mengapa jika salah satunya belum siap memiliki anak

Bicara tentang relasi, pola asuh kepada anak juga tidak kalah penting. Pasangan yang menghargai, akan menghormati kehendak sang anak untuk menentukan cita-cita ataupun passionya nanti

Bicara tentang relasi, yaa masih banyak lagi

Dan saat itu lah aku menyadari, bukan soal kurang macho yang menjadi hal penting dalam relasi berpasanganku

Melainkan hal-hal prinsip tentang kesalingan yang perlu tersampaikan dalam relasi sejak dini

Melambai, kemayu, kalem, flamboyan, kurang macho dan bla bla bla. Masalah buat elo? Laki gue, ngapa elo yang ribet, Ferguzho!

(Fibi)

Written by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *