(This story explores betrayal, deep emotional pain, and suicidal thoughts and may be difficult or triggering for some readers) To truly love we must learn
SelengkapnyaMedha ever thought her life was over. She didn’t eat; she simply felt ill. She was broken and doubted herself, over and over. Am I
SelengkapnyaBarangkali dakwaan paling kejam bukan datang dari orang lain. Ia lahir dari kepala kita sendiri. “Kenapa hidupku begini-begini saja?”“Kenapa pekerjaanku tidak berkembang?”“Kenapa orang lain terlihat lebih berhasil?”“Kenapa uang selalu habis padahal kerja
SelengkapnyaBersama daun cemara aku meresapi keberadaanku di sini Menghirup udara, di tanah yg konon melimpah hasil sumber daya alamnya Mereka tersenyum Mereka menyapa Dan mereka
Selengkapnya“Isu utamaku memang lingkungan hidup. Tapi dari situ aku melihat dan mengamati kalo perempuan lemah secara finansial itu paling sengsara, apalagi saat krisis datang.”Larasati – pekerja NGO Kalimat itu keluar dari tutur perempuan bernama Larasati(bukan
Selengkapnya“Dunia tidak selalu baik pada yang diam. Tapi yang diam, kadang justru yang paling tahu cara bertahan.”- anonim Ibu Gendud, tubuhnya bulat seperti bantal yang
SelengkapnyaOleh: Fitria Sari “Semoga terus membahagiakan dan memberikan pengalaman yang luar biasa…” Itu adalah caption dari video yang direkam ibu, untukku, dan kakakku. Aku melihat
SelengkapnyaKebijakan yang muncul belakangan ini kian meresahkan. Dari berbagai aksi, tidak jarang terjadi kekerasan kepada para pendemo. TAUD (Tim Advokasi Untuk Demokrasi) mencatat, terjadi kekerasan
SelengkapnyaKata orang, hidupku tertataKata orang, aku hebatKata orang, pekerjaanku idamanKata orang, aku beruntung Wah iya prosesnyaWah iya kelihatannyaWah iya kenyatannyaWah iya bingkainya Lihat itu! Seorang
SelengkapnyaWangi khas teh melati seraiAroma pisang bertabur kayu manisObrolan seputar kerja dari gedung sunyiDan kecoa yang membuyarkan tawa gadis Tampak gagah dan banyak bicaraIa tahu
Selengkapnya