Mengenang Pagi, Mengharap Senja
Bersama daun cemara aku meresapi keberadaanku di sini
Menghirup udara, di tanah yg konon melimpah hasil sumber daya alamnya
Mereka tersenyum
Mereka menyapa
Dan mereka berbibir orange merah merekah
Bukan hanya perempuannya, tetapi laki2nya juga
Sirih pinang sebabnya
Mengapa kau lari kesana?
Tanya mereka.
Mereka itu siapa saja yang mengenalku, baik yang akrab ataupun tidak.
Jawaban klise ku sampaikan saat itu
Tapi kini aku juga bertanya hal yang sama
Bukan mengapa, tapi apakah aku lari ke sini?
Tuhan mengantarkanku kemari
Bukan kebetulan pasti
Namun, aku masih mencarinya hingga kini
Menunggu pagi, menanti senja
Berharap kehidupan dan semesta akan memberikan pelajaran bermakna
(Fitria Sari | Jayapura, 5 April 2019)
